STAIYO Tahun 2014 Mewisuda 204 Wisudawan


staiyo.tk
STAIYO - Anak seorang petani berhasil meraih prestasi menjadi Wisudawati terbaik. Dengan indek prestasi 3,68 dan predikat Cumlaude, Mualifa SPd.I. Anak pertama keluarga Karman Saputra/Sarjinah, warga masyarakat Desa Bleberan Kecamatan Playen Gunungkidul berhasil menjadi Wisuda terbaik.
Mualifah wisudawati diberi penghargaan sebagai yang pertama yang maju untuk diwisuda oleh Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAIYO) Drs H Mardiyo.Msi. Mualifah selalu tersenyum didampingi ayahnya. Merasa sangat bahagia dan bangga dapat meraih pristasi, yang sebelumnya tak pernah dibayangkan Mualifah.
Sepuluh Wisudawan terbaik, menyusul Nurohtiti. SPdI, Yuni Asnasari. SPdI, Janti Nur Wahyuni. SPdI, Yuli Nur Aini. SPdI,Zuli Nuzuliyah.SPdI, Khikmah Amanah. SPdI, Risman Setyo Nugroho.SPdI, Khomsatun Jariah. SPdI dan Yuniati SPdI. Dan dilanjutkan sampai 204 wisudawan terlantik, oleh Ketua STAIYO Drs H Mardiyo Msi.
Drs Sugeng Bagyo, staff pengajar STAIYO, dalam laporannya, wisudawan periode ke 20 tahun 2014 ada 204 Wisudawan. Jumlah alumni Sarjana (S.1) ada 2.154 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Lama study tercepat ditempuh 8 smester, paling lambat 12 smester. Wisudawan tercepat  Dewi Lestari (3 th 9 Bulan),Wisudawan termuda Khikmah Amanah 21 tahun, tertua Sumono (55).
Dalam acara wisuda tersebut wisudawan Risman Setyo Nugroho, mewakili semua wisudawan, menyampaikan terima kasih kepada siapa saja yang telah membantu terlaksanakanya acara Wisuda Sarjana.
Ketua STAIYO,Drs H Mardiyo Msi, dalam sambutannya , menyatakan bangga dapat mewisuda  204 sarjana baru yang siap ikut membangun di segala bidang. Hal ini sangat sesuai dengan fungsi dan peran generasi muda dalam membangun karakter bangsa.
Prof Dr Musa Asyarie, Kordinator Kopertais 3 DIY, dalam sambutan tertulis  dibacakan Miftakhurofik SAg.Mag, menyatakan salut atas keberhasilan STAIYO melahirkan sarjana-sarjana unggul Gunungkidul yang  ikut serta membangun mencerdaskan kehidupan bangsa. Bupati Gunungkidul, Hj Badingah S Sos yang diwakili DR Drs H Immawan Wahyudi Mhum, ikut bangga Gunungkidul memiliki Perguruan Tinggi, yang gigih mendidik kader bangsa.[kabarhandayani]
Tag :

Harlah ke 68, Muslimat NU Gelar Baksos di STAIYO

STAIYO -  Memperingati Harlah ke 68, Muslimat NU DIY mengadakan bakti sosial sembako murah di Kampus STITY Wonosari, Minggu (30/3/2014). Kegiatan dihadiri Ketua Muslimat NU DIY DR Mariam Mahasin dan seluruh pengurus se DIY. 

"Untuk membantu meringankan warga kurang mampu, panitia menggelar sembako murah," kata DR Marian Mahasin. 

Diungkapkan, sebelumnya panitia juga mengadakan sekolah sehat. Termasuk melaksanakan aksi kepedulian sosial membantu korban pengungsi letusan Gunung Kelud. Musliman NU ikut melakukan penanganan permasalahan di masyarakat. Serta melalui sekolah yang tersebar di DIY juga memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.  

"Pembinaan keagamaan juga terus digiatkan," jelasnya. 

Pada bidang ekonomi, juga sudah terbentuk koperasi. Selain memberikan pinjaman permodalan juga melakukan pendampingan agar kegiatan usaha mikro kecil menengah di masyarakat semakin berkembang. 

"Bidang pemberdayaan ekonomi juga dilaksanakan," imbuhnya.(krjogja.com)
Tag :

Gedung Serbaguna STAIYO Turut Digunakan Untuk Menyemarakkan PORDA Cabor Pencak Silat

STAIYO - Sebanyak 180 atlet pencak silat dari empat kabupaten dan kota mengikuti babak penyisihan dalam ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY di GOR Kampus STAIYO Wonosari, Selasa (22/10/2013). Pada cabang olahraga (cabor) silat, atlet Kota Yogyakarta Waljiyanto meraih kemenangan melawan Muh Hafidz Gunungkidul, sementara Ganang Prabowo Bantul mampu menundukan lawannya Ilyas Kota Yogyakarta.
Pertandingan antara tim tuan rumah Gunungkidul diwakili Reza Danu Wibawa melawan Ahmad Dirta Wibowo Bantul berlangsung cukup seru. Reza sempat berulang kali mampu menjatuhkan Ahmad, namun peluang belum menjadi milik Gunungkidul, karena kalah poin pertandingan dimenangkan Bantul. Pemain Kota Yogyakarta Ratno juga mesti dipaksa menyerah dari kontingen Prabowo Hadi Bantul, meski sempat memberika perlawanan imbang, penilaian juri memenangkan Prabowo.
Kotingen Kulonprogo Bayu Putra juga bermain dengan maksimal, dengan mengalahkan rivalnya Yuslim Gunungkidul. Gunungkidul yang menurunkan Setyanto juga belum bisa membuahkan kemenangan, karena harus kalah dari atlet Joko Sumarlan dari Sleman.
Tuan rumah sedikit bisa menambah keunggulan ketika atlet Risky Bintang mampu mengalahkan Maulana dari Bantul. Sementara Wening Widodo Kota Yogyakarta mampu menaklukan Ridho Ali dari Gunungkidul, sedangkan Ditya Liani Bantul dikalahkan Aristania Sleman. “Seluruh atlet mengikuti babak penyisihan,” kata Wardi panitia pelaksana kompetisi pencak silat. (krjogja.com)
Tag :

Copyright © STAIYO : Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta | STITY : Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta | STAIYO/STITY Wonosari